Beberapa Pemikiran tentang Salinan Cerita Silat Transisi dari Belahan Kedua Abad ke-19 di Indonesia

Main Article Content

Claudine Salmon

Abstract

Abstrak
Sesudah sekilas pandangan tulisan xiayi xiaoshuo (侠义小说) "cerita pendekar yang memiliki rasa keadilan" awal (atau "cerita silat transisi") di China pada Dinasti Qing, karangan ini membahas perkembangan salinan jenis cerita ini di Indonesia, terutama di Jawa. Sesudah memeriksa salinan yang diterbitkan dalam bentuk buku, mendapat tahu bahwa paling sedikit empat "cerita silat transisi" pernall disalin dan diterbitkan antara tahun 1883 dan 1887, ialah: Lu mudan (绿牡丹) atau "Punia hijau" (1800), Wan hua lou (万花楼) atau "Pavilyun selaksa bunga" (1808), Tianbao to (天宝图) atau "Gambar Tianbao" (1814), dan [Dalian] Sanhe rningzhu haojian (大汉,三合明珠宝剑全传) atau "Kisah lengkap dari Dinasti Han tentang pedang yang berkilat tiga mutiara" (1848). Lalu kita berusaha agar mendapatkan sedikit keterangan tentang penyalinnya. Lalu kita membahas Lek Bouw Tan ,salinannya Lu mudan(绿牡丹)cerita yang agak istimewa.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
SALMON, Claudine. Beberapa Pemikiran tentang Salinan Cerita Silat Transisi dari Belahan Kedua Abad ke-19 di Indonesia. Journal of Chinese Literature And Culture 馬大華人文學與文化學刊, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 85-107, oct. 2019. ISSN 2289-232X. Available at: <https://ejournal.um.edu.my/index.php/JCLC/article/view/20362>. Date accessed: 09 dec. 2019.
Section
Articles